Kata “sanitasi” sebenarnya sudah
terlalu sering terdengar di telinga kita. Nah, saat kalian mendengar kata “Sanitasi”
apa sih yang kalian bayangkan? Lalu apa sebenarnya pengertian dari “sanitasi”itu?
Apa sih pentingnya sehingga kita harus bersanitasi? Lantas bagaimana cara bersanitasi? Nah, disini saya
akan coba bahas tentang “sanitasi”… are you ready? Hahaha
Sebenarnya banyak sekali
definisi-definisi yang berbeda mengenai sanitasi. Namun, pada intinya Sanitasi adalah
upaya yang kita lakukan untuk mewujudkan suatu kondisi lingkungan yang sesuai
dengan persyaratan kesehatan. Ada beberapa sektor atau yang berhubungan dengan
sanitasi.
1.
Mengenai Sektor Sampah
Sampah adalah bahan
yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama
dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan
manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. Dilihat dari
sifatnya, sampah dapat dibagi menjadi:
a. Sampah Organik
Sampah organik adalah sampah yang
berasal dari sisa-sisa makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, manusia, sampah
inipun juga mudah untuk diuraikan secara alami dengan bantuan mikroorganisme
tanah.
b. Sampah Anorganik
Sampah Anorganik adalah sampah yang
berasal dari sisa-sisa barang atau bahan Sumber Daya Alam yang tidak dapat
diperbarui seperti barang tambang, dan industri. sebagian bahan organik memang
tidak dapat diuraikan secara alami, namun ada beberapa bahan yang dapat
diuraikan secara alami namun dalam kurun waktu yang relatif sangat lama,
misalnya botol plastik, kaleng bekas,kantung plastik.
setiap harinya kita pasti akan
bertemu lagi dan lagi dengan sampah, namun tak dapat dipungkiri sampah ini
memang menjadi masalah terbesar yang sedang dihadapi oleh negara kita tercinta
ini, bahkan masalah yang sedang dihadapi negara internasional, bagaimana tidak,
Siapa di antara kita yang tidak menghasilkan sampah? dari mulai pagi hingga
malam, pernah kah teman teman menghitung atau bahkan membayangkan berapa banyak
sampah yang sudah kita hasilkan dalam satu hari? itu baru satu hari, bagaimana
dengan seminggu, sebebulan atau bahkan setahun? dan akumulasikan lagi dengan
seluruh jumlah penduduk yang ada di daerah tempat tinggalmu, tentu tak bisa
dibayangkan berapa banyak gunungan sampah yang timbul, dan apa yang akan
terjadi jika ini dibiarkan terus menerus? nah jika hal ini tidak diimbangi
dengan upaya upaya pengelolaan lingkungan yang harus kita lakukan bersama-sama
maka bisa jadi bumi kita yang indah ini akan berubah menjadi lautan sampah,
lalu gimana sih upaya kecil dan sepele penanganan sampah yang akan berdampak
sangat besar bagi kelanjutan ekosistim kita? caranya guampang banget kok!
1.
Makanlah secukupnya, dan usahakan habiskan
makanan dalam porsi yang sudah kalian pilih , karena semakin banyak makanan
yang terbuang dengan sia-sia akan menambah jumlah sampah yang seharusnya
berkurang.
2.
Optimalkan penggunaan segala barang, baik dalam
segi manfaat, nilai keguanaan ataupun lama penggunaannya, karena dengan
mengoptimalkan penggunaan segala barang maka calon calon sampah akan berkurang
dan kegunaanya dapat di nikmati.
3.
Gunakan segala barang dengan petunjuk
penggunaannya, dan berhematlah! dengan mulai sadar berhemat dan mengikuti
aturan yang disesuaikan maka akan semakin sedikit sampah yang kita hasilkan di
hari itu teman!
4.
Melakukan 3R.. Ada yang tau 3R itu apa? 3R itu:
·
Reduce : upaya yang kita lakukan untuk menangani
masalah sampah dengan cara mengurangi penggunaan barang yang sulit untuk di
uraikan secara alami dan beralih menggunakan barang yang ramah lingkungan atau
mudah untuk di uraikan. contohnya membawa tas kantong plastik dari rumah untuk
mengurangi pemakaian kantong plastik di toko-toko.
·
Reuse : yaitu upaya yang kita lakukan dengan
cara menggunakan kembali barang bekas yang sebelumnya akan kita buang tanpa
mengubah bantuk aslinya. contohnya memanfaatkan kaleng bekas untuk wadah,
memanfaatkan kertas bekas untuk menulis.
·
Recycle : yaitu upaya yang kita lakukan dengan
cara mendaur ulang barang barang bekas dan menambah nilai kegunaan, dan nilai
keindahaan barang tersebut. contohnya mendaur ulang berbagai sampah bekas
menjadi barang barang kesenian yang bernilai keindahan
5.
Nah yang terakhir adalah untuk mempermudah
kalian membedakan sampah sampah itu pada saat kalian membuang sampah kalian
haruus mengelompokkannya juga, beberapa pembagiannya adalah:
·
Tempat sampah berwarna hijau adalah untuk sampah
Organik, seperti daging, daun kering, kulit buah,tulang.
·
Tempat sampah berwarna kuning adalah untuk
sampah guna ulang seperti botol kaca atau plastik, kaleng makanan dan minuman.
·
Tempat sampah berwarna biru adalah untuk sampah
daur ulang seperti kardus, karton makanan, minuman, koran dan buku bekas.
·
Tempat sampah berwarna merah adalah untuk sampah
B3 seperti lampu neon, film, kaset, disket, racun serangga.
·
Tempat sampah berwarna abu-abu adalah untuk
sampah residu seperti permen karet, popok bayi, pembalut wanita.
Nah kalo dari sekarang kita sudah
bisa ngelakuin yang diatas, banyak untungnya tuh.. seperti:
1.
Kebersihan
lingkungan terjaga, kalau lingkungan terjaga pasti segala aktivitas kita
akan berjalan lancar dan nyaman tanpa terhambat
2.
terhindar
dari penyakit, kalau lingkungan bersih, kuman, bakteri tidak akan bersarang
disekitar kita.
3.
mencegah
bau tidak sedap muncul
4.
mencegah
genangan air, menjaga lingkungan tetap asri dan hijau.
5.
Yang terakhir, pastikan TPA (Tempat Pemrosesan
Akhir) di lingkungan anda menggunakan sistim SANITARY LANDFILL
2.
Limbah
Angka kesakitan akibat sanitasi
buruk di Indonesia kini mencapai 56 Triliun (world Bank 2008) dan 120 juta
penduduk Indonesia kini terserang penyakit diare per tahunnya (WSP-EAP 2008)
nah tentunya hal tersebut di karenakan masyarakat yang kurang mengelola
sanitasi terutama air limbah dengan baik,
Nah apa sih limbah itu? definisi
limbah itu sendiri menurut beberapa referensi adalah buangan yang dihasilkan
dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah yang
kehadirannya pada suatu saat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena dapat
menurunkan kualitas lingkungan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan
bahwa limbah merupakan suatu zat atau benda yang bersifat mencemari lingkungan dan
tidak bernilai ekonomis.Keseimbangan lingkungan menjadi terganggu jika jumlah
hasil buangan tersebut melebihi ambang batas. Dengan konsentrasi dan kuantitas
tertentu, keberadaan limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan
terutama bagi kesehatan manusia sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap
limbah.
Hingga kini kepedulian
masyarakatlah yang sangat di harapkan sehingga lingkungan kita menjadi, nyaman,
hijau dan berserri, namun tak sedikit mayarakat yang tinggal di kawasan
tertentu yang masih menerapkan sistim Buang Air Besar Sembarangan tentunya hal
tersebut dapat mencemari lingkungan terutama sumber mata air kita, faktanya
lebih dari 70% zat penyusun dalam diri kita adalah air, lalu apa jadinya kalau
air kita tercemar dengan tinja-tinja manusia yang di buang sembarangan? padahal
di dalam feses manusia terdapat banyak bakteri Escherichia Coli yang merupakan
salah satu penyebab diare, lalu apa yang harus kita lakukan? Caranya gampang!
STOP BABS! (Buang Air Besar Sembarangan) dan Beralihlah ke SANIMAS
(Sanitasi Bebasis Masyarakat) dengan melengkapi WC anda atau WC umum dengan
tangki septic. Nah tentunya setelah
lumpur tinja berada di tangki septik/ septik tank maka selanjutnya lumpur tinja
akan di bawa dan di proses di IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja) tentunya
bisa dijadikan biogas dan bermacam-macam bentuk, dan diolah sehingga tidak
mencemari lingkungan.
3.
Drainasse
Mendengar
kata hujan, mungkin yang terbayang di benak kita adalah banjir. Hal ini kerap
terjadi karena biasanya saat hujan turun sebagian besar air akan meluap dan
menimbulkan genangan ataupun banjir. Namun sebaliknya, ketika musim kemarau
sumber air banyak yang mengalami kekeringan karena cadangan air tanah permukaan
yang ada habis disedot untuk keperluan rumah tangga dan industri. Inilah
permasalahan terkait sektor air khususnya di perkotaan yang harus diperhatikan.
Salah satu solusi konkret untuk masalah tersebut adalah dengan memperbaiki
sistem drainase perkotaan.
Definisi dari drainase itu sendiri adalah lengkungan atau saluran air di
permukaan atau di bawah tanah, baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat
oleh manusia. Dalam bahasa Indonesia, drainase bisa merujuk pada parit di
permukaan tanah atau gorong-gorong di bawah tanah. Drainase itu sendiri
berfungsi untuk mengendalikan kelebihan air permukaan sehingga tidak merugikan
masyarakat dan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Kelebihan air
tersebut dapat berupa air hujan, air limbah domestik maupun air limbah
industri. Oleh karena itu drainase perkotaan harus terpadu dengan sanitasi,
sampah, pengendali banjir kota dan lainnya. temen temen pasti udah familiar
banget ya sama biopori dan sumur resapan.
Kegunaan dengan adanya saluran drainase:
- Mengeringkan daerah becek dan genangan air sehingga tidak ada akumulasi air tanah.
- Menurunkan permukaan air tanah pada tingkat yang ideal.
- Mengendalikan erosi tanah, kerusakan jalan dan bangunan yang ada.
- Mengendalikan air hujan yang berlebihan sehingga tidak terjadi bencana banjir.
nah kalau
lingkungan kita kondusif dan nyaman maka segala aktivitas kita tidak akan
terganggu, untuk menjadi pahlawan lingkungan sebenernya mudah kok, nggak perlu
harus memiliki gelar atau predikat yang tinggi, cukup kalian sadar, dan lebih
tanggap terhadap upaya-upaya yang harus kalian lakukan demi penyelamatan
lingkungan, lakukan upaya-upaya semaksimal mungkin yang sesuai dengan porsi
kalian dan umur kalian ya, ilmu ilmu mengenai lingkungan juga bisa kalian
peroleh dari siapa saja, bukan hanya dari bapak ibu guru di sekolah contohnya
saja, bapak/ibu yang setiap harinya bekerja untuk memulung sampah, DKLH
setempat, ataupun tokoh-tokoh masyarakat yang bergelut dibidang lingkungan,
pasti mereka akan memberikan ilmu yang sesuai dengan realita kenyataan konsisi
lingkungan saat ini pada kalian, selain itu perlu kita ketahui juga, sebenernya
bisa dibilang kita merupakan salah satu produsen sampah, so kalo kita yang
membuat sampah ataupun pencemaran lainnya, maka tanpa kita sadari, seharusnya
kitalah semua yang berkewajiban buat menjaga kelangsungan dan keseimbangan
lingkungan kita demi anak cucu kita dimasa mendang, kalian nggak akan maukan
kalo anak cucu kita nanti yang harus menanggung semua pencemaran yang kita
buat? so reduce the pollution and start to do sanitation, let's us prevent as
much as possible we can, start from now, start from our selves, cause together
we must care about the sanitation and drinking water!